Minggu, 10 November 2013

HAK UNTUK MALAS (Halaman 40)



yang para perempuan penjahitnya sampai mati saat membuatnya. Mereka selalu berganti pakaian seperti kumparan benang mulai pagi sampai malam, dari satu gaun ke gaun lainnya. Selama berjam-jam mereka menyerahkan kepala kosong (kepala yang tidak biasa dipakai berpikir) mereka kepada para seniman rambut, yang dengan konsekuensi apa pun bersikeras untuk meredakan hasratnya untuk membuat keriting (ikal) palsu. Dengan terikat dalam korsetnya, kakinya tertekan dalam sepatu boot-nya dan dengan mengenakan pakaian yang belahan dadanya sangat rendah hingga membuat wajah para lelaki yang memandangnya memerah malu, mereka berkeliling sepanjang malam pesta amal untuk mengumpulkan beberapa sen bagi orang-orang miskin -- jiwa-jiwa yang disucikan!

Untuk memenuhi fungsi sosialnya yang ganda berupa non-produsen dan konsumen berlebihan, kapitalis bukan hanya harus melanggar seleranya yang sederhana, menghilangkan kebiasaan bekerja kerasnya dari dua abad yang lalu dan menyerahkan dirinya kepada kemewahan yang tanpa batas, makanan berlebihan yang bahkan tak bisa dicerna dan pesta seks berlebihan yang mendatangkan penyakit kelamin, tetapi juga harus menarik sejumlah besar orang dari jajaran tenaga kerja produktif agar bisa memasukkan mereka ke dalam daftarnya sebagai pelayan.


Sabtu, 26 Oktober 2013

HAK UNTUK MALAS (Halaman 39)



dan makan hanya bila lapar. Dia hanya membiarkan hanya para tuan dan nyonya istana saja yang menikmati keutamaan ningrat berupa kesenangan sensual yang berlebihan. Di masa kini setiap putra keluarga kaya baru mengharuskan dirinya untuk mengembangkan penyakit yang mana air raksa merupakan sesuatu yang spesifik untuk mengesahkan kerja yang dipaksakan kepada para pekerja di tambang-tambang air raksa. Setiap kapitalis menjejali dirinya dengan ayam jago yang dikebiri, yang diisi jamur dan anggur merk pilihan untuk menyemangati peternak unggas yang kejam dan para petani Bordelais[21]. Dalam pekerjaan ini, organisme dengan pesat menjadi rusak, rambut rontok, gusi merenggang dari gigi, badan menjadi rusak, perut menonjol secara abnormal, pernafasan susah, gerakan menjadi sulit, sendi-sendi kaku, jari-jari pun keriput. Yang lainnya, terlalu lemah tubuhnya untuk menanggung keletihan akibat kesenangan sensual berlebihan, namun dihadiahi benturan diskriminasi filantropis, mengeringkan otaknya dengan ekonomi-politik, atau pun filsafat yuridis dalam mengelaborasi buku-buku pengantar tidur yang tebal demi menghabiskan jam-jam luang para penyusun buku dan orang percetakan. Para perempuan yang gandrung mode menjalani hidup seperti martir saat mencoba dan memamerkan pakaian-pakaian yang seperti dalam dongeng,

__________________
[21] Sejenis anggur berkualitas tinggi


HAK UNTUK MALAS (Halaman 38)



para ekonom mengkhotbahkan kepada kita teori Malthusian, agama keberpantangan dan dogma kerja. Sungguh akan lebih baik kalau kita membetot lidah-lidah seperti itu, lalu melemparkannya untuk dimakan anjing.

Karena kelas pekerja, dengan kepercayaan baiknya yang sederhana, telah menyerahkan diri untuk diindoktrinasi, karena dengan sifat bawaannya yang selalu tergesa-gesa telah dengan buta melemparkan dirinya ke dalam kerja dan berpantang, maka kelas kapitalis pun mendapati dirinya terkutuk ke dalam kemalasan dan kesenangan yang terpaksa, ke dalam ketidakproduktifan dan konsumsi berlebihan. Tetapi bila kerja berlebihan buruh ini mememarkan daging tubuh mereka dan menyiksa syaraf mereka, ternyata ini juga mendatangkan suburnya penderitaan bagi kapitalis.

Keberpantangan, ke dalam mana kelas produktif ini mengutuk dirinya, memaksa para kapitalis untuk mengabdikan diri mereka kepada konsumsi berlebihan produk-produk yang dibuat sedemikian liarnya oleh buruh. Pada permulaan produksi kapitalis sekitar satu atau dua abad yang lalu, kapitalis adalah seorang lelaki kokoh yang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang wajar dan tenang. Dia berpuas diri hanya dengan satu istri atau jumlah yang hanya sekitar itu. Dia minum hanya bila haus


HAK UNTUK MALAS (Halaman 37)



itu menjamu diri mereka di antara dua peperangan dan dua kehancuran, dimana segala sesuatu " berlangsung dalam jumlah besar." Jordaens dan Flemish School telah mengisahkan cerita tentang pesta-pesta ini dengan gambarannya yang sangat menyenangkan. Dimana, Oh, dimanakah perut-perut besar yang agung di hari-hari itu; dimanakah otak-otak agung yang melingkari semua pikiran manusia? Kita Sesungguhnya telah menjadi kerdil dan lemah. Daging sapi dan kentang awetan, anggur palsu dan schnapps[20] Prusia, yang dengan bijak dipadukan dengan kerja wajib, telah melemahkan tubuh kita. Dan saat-saat ketika manusia mengekang perutnya, dan mesin memperbesar hasil kerjanya, persis adalah saat ketika

__________________
mengusir bangsa Moor dari Calatrava lama, dan romancero (sastra rakyat Spanyol yang berbentuk puisi balada) mengisahkan cerita ini:

                les bodas fueron en Burgos
                Las tornabodas en Salas:
                En bodas y tornabodas
                Pasaron slete semanas
                Tantas vienen  de las gentes
                Que no caben por las plazas

(Pernikahan ini berlangsung di Bourges, pestanya di Salas. Acara pernikahan dan pesta ini menghabiskan waktu tujuh minggu. Begitu banyak orang datang sehingga kota itu tidak bisa menampungnya ...)
Para lelaki dalam acara pernikahan selama tujuh minggu ini adalah serdadu-serdadu heroik di masa prang-perang kemerdekaan.

[20] Sejenis minuman keras.

Sabtu, 28 September 2013

HAK UNTUK MALAS (Halaman 36)



Karena para produsen pada waktu itu tidak bekerja selain pada lima dari tujuh hari, apakah kita akan mempercayai cerita-cerita yang dikisahkan oleh ekonom-ekonom pembohong bahwa mereka hidup tak lain hanya dengan udara dan air minum? Tidak begitu, mereka punya waktu luang untuk merasakan kesenangan duniawi, untuk bercinta dan bersuka ria, berpesta dengan gembira untuk menghormati dewa kebersantaian yang baik hati. Inggris yang suram, yang tenggelam dalam agama Protestan, pada waktu itu disebut "Inggris yang Ceria". Rabelais, Quevedo, Cervantes dan para penulis kisah cinta lainnya yang tak dikenal membuat kita ngiler dengan gambaran-gambaran mereka tentang pesta-pesta monumental itu, [19] dimana para lelaki di masa

__________
Kebencian terhadap hari libur ini belum muncul hingga borjuasi industri dan komersial modern mewujud bentuk pastinya, yakni antara abad ke lima belas dan enam belas. Henry IV meminta kepada Paus agar hari-hari libur itu dikurangi. Dia menolak karena "salah satu bid'ah di masa kini yang berasal dari masa itu adalah mengenai pesta" (Surat-surat Cardinal d'Ossat). Tetapi pada tahun 1666, Uskup Agung Paris, Perefixus, membungkam tujuh belas orang di antara mereka di dalam keuskupannya. Agama Protestan, yang merupakan agama Kristen yang diadaptasikan dengan kebutuhan-kebutuhan industri dan perdagangan baru borjuasi, tidak begitu cemas akan kebersantaian masyarakat. Agama ini menurunkan para santo dan santa dari tahtanya dilangit agar bisa menghapus hari-hari pesta mereka di bumi.
Pembaharuan agama dan pemikiran bebas filosofis tak lain hanyalah dalih yang memperbolehkan borjuasi yang berwatak jesuitikal dan gemar merampok untuk merampas hari-hari pesta masyarakat.

[19] Pesta-pesta raksasa ini berlangsung selama berminggu-minggu. Don Rodrigo de Lara memenangkan pengantinnya dengan