10
Seperti malam-malam sebelumnya, Mary terbangun dalam kegelapan. Ia membuka mata. Di sebelahnya Maryam tidur dengan nafas teratur. Sekali lagi ia merasa iri pada kelelapan tidurnya.
Mata Mary setengah terbuka. Mengapa ia merasa bersalah karena tak dapat tidur? Kecemasan menghantuinya. Terasa tenggorokannya seperti tercekat.
Mary menyesal telah berjanji pada Rachel untuk tinggal sehari lagi di Magdala. Akan lebih baik jika ia berangkat ke Nazaret atau Yozpat pagi-pagi sekali.